Sambangi DPRK, Amungsa Foundation dan UNICEF Dorong Perda Malaria di Mimika


Sambangi DPRK, Amungsa Foundation dan UNICEF Dorong Perda Malaria di Mimika

MIMIKA, PAPUA TENGAH — Upaya memperkuat penanganan dan eliminasi malaria di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, mendapatkan momentum strategis baru. Yayasan Amungsa Foundation (Amungsa Cares Papua) bersama perwakilan lembaga anak dunia UNICEF menggelar audiensi resmi dengan Ketua Komisi C DPRK Mimika, Herman Ghafur, pada Kamis (20/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat dan konstruktif di ruang pimpinan Komisi C DPRK Mimika tersebut secara khusus membahas urgensi penguatan landasan regulasi daerah melalui pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanggulangan dan Eliminasi Malaria. Regulasi ini dirancang agar program kesehatan dasar bagi masyarakat dan anak-anak memiliki jaminan hukum tetap serta keberlanjutan alokasi anggaran daerah.

Kesehatan Adalah Hak Konstitusional Dasar Anak Papua

Ketua Komisi C DPRK Mimika, Herman Ghafur, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif yang dibawa oleh Amungsa Foundation dan UNICEF. Menurutnya, pemenuhan layanan kesehatan dan pendidikan harus terlembaga secara kuat dalam peraturan perundang-undangan daerah.

“Bantuan pendidikan dan perlindungan kesehatan itu harus terlembaga menjadi payung hukum, bukan sekadar program kerja yang bisa berganti arah setiap pergantian kepemimpinan. Khususnya sektor kesehatan, ini adalah hak dasar masyarakat yang merupakan unsur fundamental dalam hak asasi manusia,” tegas Herman Ghafur.

Sinergi Amungsa Foundation dan UNICEF

Ketua Yayasan Amungsa Foundation, dr. Enny Kenangalem, menjelaskan bahwa malaria dan stunting saling berkaitan erat. Anak-anak yang kerap terinfeksi malaria berulang kali akan mengalami anemia kronis dan gangguan penyerapan gizi, yang bermuara pada risiko stunting permanen.

“Amungsa Foundation bersama UNICEF berkomitmen memastikan bahwa perlindungan anak di Papua dilakukan dari hulu ke hilir: mulai dari advokasi kebijakan di meja dewan, perbaikan gizi protein hewani keluarga, hingga edukasi kesehatan langsung di kampung-kampung,” ungkap dr. Enny.


Avatar Redaksi Amungsa Cares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *