Petani Ikan Mimika Butuh Akses Pasar: Amungsa Salurkan Panen Lele Dinkes untuk Gizi Balita


Petani Ikan Mimika Butuh Akses Pasar: Amungsa Salurkan Panen Lele Dinkes untuk Gizi Balita

MIMIKA, PAPUA TENGAH — Sentra budidaya air tawar di kawasan SP3, Distrik Kuala Kencana, menjadi saksi nyata bagaimana kemandirian pangan lokal dapat menjadi solusi ganda: menggerakkan roda ekonomi kelompok pembudidaya rakyat sekaligus menjawab krisis gagal tumbuh (stunting) pada anak balita di Bumi Amungsa.

Melalui pendampingan intensif Yayasan Amungsa Cares Papua dan kolaborasi aktif bersama mitra kepemudaan, para petani kolam berhasil memanen lele segar dengan hasil panen mencapai 90 kilogram. Seluruh hasil panen segar ini langsung dialokasikan untuk menyokong program intervensi gizi protein hewani bagi balita stunting binaan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

Proses penjaringan lele padat tebar di kolam budidaya SP3 Mimika
Tim Yayasan Amungsa Cares Papua bersama kelompok pembudidaya membentangkan jaring panen lele segar padat tebar di sentra kolam air tawar SP3, Distrik Kuala Kencana, Mimika.

Dari Kolam Warga ke Piring Anak Stunting

Ikan lele yang dibudidayakan menggunakan metode kolam terpal dan sistem sirkulasi air terpadu terbukti kaya akan asam lemak omega-3, protein hewani berkualitas, zat besi, dan fosfor. Asupan nutrisi mikro dan makro ini sangat krusial dalam menstimulasi regenerasi sel otak serta memacu pertumbuhan tinggi dan berat badan anak pada periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Pengangkutan lele segar dari kolam panen
Petani pembudidaya menyerahkan ember berisi lele segar kepada Pembina Yayasan Amungsa Cares Marlan Bisay dan Manager Program Fabian Kakisina untuk proses pembersihan dan penyortiran bobot.

“Ikan yang kita panen hari ini bukan sekadar komoditas dagang, tetapi adalah nutrisi penyembuh bagi masa depan anak-anak kita di kampung. Melalui sinergi erat bersama Dinas Kesehatan, hasil jerih payah para petani di kolam langsung mendarat di piring anak-anak balita yang membutuhkan perbaikan gizi nyata,” tegas Marlan Bisay, Pembina Yayasan Amungsa Cares Papua.

Penimbangan dan pengemasan lele panen untuk distribusi gizi stunting
Penimbangan dan pengemasan lele hidup ke dalam kantong beroksigen untuk didistribusikan langsung kepada keluarga penerima manfaat program pemulihan gizi balita di Timika.

Tantangan Akses Pasar dan Kepastian Regulasi Daerah

Kendati hasil panen air tawar di Timika membuktikan potensi luar biasa, para petani lokal masih menghadapi tantangan berat berupa keterbatasan akses pasar komersial berkelanjutan serta tingginya biaya pakan ikan pabrikan yang didatangkan dari luar Papua.

Untuk itu, Yayasan Amungsa Cares terus menjembatani aspirasi petani ke Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat dan Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, mendorong lahirnya regulasi perlindungan produk pangan lokal agar program intervensi gizi daerah serta dapur katering industri wajib memprioritaskan hasil panen budidaya petani lokal Mimika.


Avatar Redaksi Amungsa Cares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *