Capaian Pengobatan Malaria Papua Tengah: Data yang Dipaparkan di Timika


Paparan pembaruan program malaria yang disampaikan bersama Dinas Kesehatan di Timika pada 22 September 2026 merangkum indikator pengobatan, konfirmasi laboratorium, kelengkapan pelaporan, dan tantangan eliminasi malaria di Papua Tengah. Angka berikut mengikuti data yang telah dikonfirmasi dalam presentasi.

Pengobatan standar malaria

Indikator pengobatan standar menggunakan target 95%. Capaian tingkat Provinsi Papua Tengah tercatat 91,08%. Di antara kabupaten yang ditampilkan, Nabire mencapai 96,34%, sementara capaian di Dogiyai tercatat 54%.

WilayahCapaian pengobatan standar
Papua Tengah91,08%
Nabire96,34%
Paniai94,69%
Mimika90,27%
Puncak Jaya90,24%
Intan Jaya89,09%
Deiyai84,54%
Dogiyai54%
Grafik pengobatan standar malaria Papua Tengah per kabupaten, dengan target 95% dan capaian provinsi 91,08%.
Grafik indikator pengobatan standar malaria dari paparan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah; target 95%.

Konfirmasi laboratorium

Konfirmasi laboratorium tingkat provinsi tercatat 99,49%. Dalam rincian wilayah pada paparan, Intan Jaya mencatat 100% dan Puncak Jaya 92,45%. Indikator ini dibaca sesuai konteks pemeriksaan dan layanan di tiap wilayah.

Kelengkapan pelaporan

Kelengkapan laporan tingkat Papua Tengah tercatat 81,37%. Nilai tertinggi dalam grafik adalah Deiyai dan Puncak, masing-masing 100%; nilai terendah tercatat di Dogiyai (42,19%) dan Paniai (43,18%). Kelengkapan pelaporan merupakan indikator pencatatan, berbeda dari cakupan layanan maupun hasil pengobatan.

Grafik kelengkapan pelaporan malaria per kabupaten di Papua Tengah, menampilkan capaian provinsi 81,37%.
Grafik kelengkapan pelaporan malaria per kabupaten dalam paparan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah.

Tantangan eliminasi malaria

Paparan menyoroti tantangan yang saling berkaitan: mobilitas penduduk dan pekerja, akses geografis ke wilayah terpencil, keterlambatan menemukan kasus, kepatuhan menyelesaikan pengobatan, pengendalian vektor, keterbatasan dan pergantian tenaga kesehatan, serta kebutuhan memperkuat surveilans dan kualitas data. Koordinasi lintas sektor dan dukungan pemerintah daerah juga tetap penting.

Penguatan eliminasi malaria memerlukan tindak lanjut yang sesuai dengan kondisi tiap kabupaten—mulai dari kesinambungan pemeriksaan dan pengobatan hingga pelaporan kasus dan intervensi pengendalian vektor.

Sumber: Paparan “Capaian Malaria (Timika)”, pembaruan 22 September 2026, disampaikan bersama Dinas Kesehatan di Timika. Cakupan indikator mengikuti wilayah yang dicantumkan pada masing-masing grafik dalam presentasi.

Unduh paparan lengkap (PPTX)


Avatar Redaksi Amungsa Cares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *